Bagaimana Pengaruh Faktor Genetik pada Perkembangan Anak?

Faktor genetik anak dan orangtua biasanya dilihat dari bentuk fisik, seperti mata, bentuk hidung, bibir, dan bentuk rahang. Namun, faktor genetik dari orangtua pada anak tidak hanya dari segi fisiknya saja. Tetapi juga berpengaruh pada perkembangan anak.

Biasanya perkembangan karakter anak bisa dipengaruhi dari cara mendidik orangtua, lingkungan sekitar, dan dari sekolahnya. Namun tanpa disadari, perkembangan kepribadian anak juga berdasarkan latar belakang genetiknya dan juga dari pengalaman hidupnya.

Hal inipun menjadi perdebatan tentang genetik vs pengasuhan. Apakah anak hasil dari genetik atau dari pengasuhan (lingkungan sekitar). Dilansir dari Verywellmind.com, sebagian peneliti setuju bahwa perkembangan anak melibatkan interaksi kompleks baik alam maupun pengasuhan.

Untuk lebih memahami peran perkembangan kepribadian dari faktor tersebut, kali ini akan membahas selengkapnya mengenai bagaimana gen mempengaruhi perkembangan anak di bawah ini!

1. Genetik vs. Pengasuhan

1. Genetik vs. Pengasuhan

Freepik

Beberapa aspek perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh faktor biologi dan peran lingkungannya. Misalnya, waktu dimulainya pubertas sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik anak, tetapi juga faktor lingkungan seperti pengaruh nutrisi.

Sejak awal kehidupan anak, faktor genetik dan lingkungan berfungsi untuk membentuk siapa anak dan akan menjadi siapa dirinya nanti. Sementara faktor genetik yang diwarisi orangtua pada anak dapat menjadi peta arah untuk perkembangannya, lingkungan hanya dapat mempengaruhi bagaimana arah ini diekspresikan, dibentuk atau dibiarkan.

Interaksi antara genetik dan pengasuhan tidak hanya terjadi pada momen-momen tertentu atau periode waktu tertentu, karena ini alami seumur hidup. Untuk memahami perkembangan anak, penting untuk melihat pengaruh biologis yang membantu pembentukan perkembangan anak.

Bagaimana pengalaman berinteraksi dengan genetika dan beberapa kelainan genetik yang dapat berdampak pada psikologi dan perkembangan anak.

2. Perkembangan anak saat masa-masa prenatal

2. Perkembangan anak saat masa-masa prenatal

Pexels/Garon Piceli

Pada awalnya, perkembangan seorang anak dimulai ketika sel reproduksi pria, atau sperma, menembus selaput luar pelindung sel reproduksi wanita, atau sel telur. Sperma dan sel telur masing-masing mengandung kromosom yang berfungsi sebagai cetak biru kehidupan manusia.

Gen yang terkandung dalam kromosom ini terdiri dari struktur kimia yang dikenal sebagai DNA (asam deoksiribonukleat) yang berisi kode genetik, atau instruksi, yang menyusun semua kehidupan anak. Kecuali sperma dan ovum, semua sel dalam tubuh mengandung 46 kromosom.

Seperti yang bisa Mama tebak, sperma dan sel telur masing-masing hanya mengandung 23 kromosom. Ini memastikan bahwa ketika dua sel bertemu, organisme baru yang dihasilkan memiliki 46 kromosom yang benar.

3. Cara membedakan faktor genetik anak dengan ekspresi gen yang sebenarnya

3. Cara membedakan faktor genetik anak ekspresi gen sebenarnya

Freepik

Jadi bagaimana tepatnya faktor genetik yang diturunkan dari Mama dan Papa memengaruhi perkembangan anak dan sifat asli yang memang anak miliki? Untuk memahami tersebut, pertama penting untuk membedakan antara faktor genetik anak dan ekspresi sebenarnya dari gen tersebut.

Genotipe mengacu pada semua gen yang diwarisi orangtua. Fenotipe adalah bagaimana gen anak diekspresikan. Fenotipe dapat mencakup ciri-ciri fisik, seperti tinggi dan warna atau mata anak, serta ciri-ciri nonfisik seperti rasa malu atau percaya diri tinggi.

Meskipun genotipe Mama mungkin sangat mewakili bagaimana anak bertumbuh, cara pembentukan karakter anak tersebut akan tetap berdasarkan bagaimana gen-gen yang dimilikinya diekspresikan.

Anggap saja seperti membangun rumah. Gambar desain yang sama dapat menghasilkan berbagai macam bentuk rumah yang terlihat sangat mirip, namun tetap ada perbedaan yang terlihat meskipun pilihan bahan dan warna yang digunakan selama konstruksi.

4. Dua hal yang memengaruhi bentuk ekspresi gen pada anak

4. Dua hal memengaruhi bentuk ekspresi gen anak

Freepik/User15094161

Apakah anak saat ini merupakan bentuk ekspresi gen atau tidak, itu tergantung pada dua hal yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

Interaksi genetik dengan gen lain:

Gen terkadang dapat berisi informasi yang saling bertentangan, dan dalam banyak kasus, satu gen akan memenangkan pertarungan untuk mendominasi. Beberapa gen bertindak sebagai aditif.

Misalnya, jika seorang anak memiliki satu orangtua yang tinggi dan satu orang tua yang pendek, anak tersebut mungkin akan membagi perbedaannya dengan menjadi tinggi rata-rata. Dalam kasus lain, beberapa gen mengikuti pola dominan-resesif.

Warna mata adalah salah satu contoh gen dominan-resesif yang bekerja. Gen untuk mata coklat bersifat dominan, namun gen untuk mata biru bersifat resesif. Jika Mama menurunkan gen mata coklat dominan, sedangkan Papa menurunkan gen mata biru resesif, gen dominan akan menang dan anak akan memiliki mata coklat.

Interaksi gen terhadap lingkungan disekitar anak:

Lingkungan yang terpapar pada anak, baik di dalam rahim juga dapat memengaruhi cara gen diekspresikan. Misalnya, paparan obat-obatan berbahaya selama dalam kandungan dapat berdampak buruk pada perkembangan anak di kemudian hari.

Tinggi badan adalah contoh yang baik dari suatu sifat genetik yang dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Walaupun genetik anak dapat memberikan petunjuk untuk tinggi badan, ekspresi tinggi badan ini mungkin menurun jika anak memiliki gizi buruk atau penyakit kronis.

5. Tak jarang, adanya kelainan genetik yang memengaruhi kondisi fisik dan psikologis anak

5. Tak jarang, ada kelainan genetik memengaruhi kondisi fisik psikologis anak

Freepik/Ashvets

Kelainan genetik bisa tidak sempurna atau terkadang tidak sesuai. Terkadang saat sperma atau sel telur terbentuk, jumlah kromosom dapat membelah secara tidak merata, menyebabkan organisme memiliki lebih atau kurang dari 23 kromosom normal.

Ketika salah satu dari sel abnormal ini bergabung dengan sel normal, zigot yang dihasilkan akan memiliki jumlah kromosom yang tidak merata.

Dalam beberapa kasus, bayi yang dilahirkan dengan jumlah kromosom yang tidak normal, akibatnya adalah mengidap sindrom dengan serangkaian karakteristik yang berbeda. Seperti berikut ini:

Kelainan Kromosom Seks

Kelainan Kromosom Seks

Chop.edu

Sebagian besar bayi baru lahir, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki setidaknya satu kromosom X. Dalam beberapa kasus, sekitar 1 dari setiap 500 kelahiran, terdapat anak yang dilahirkan dengan hilangnya kromosom X yang atau adanya kromosom tambahan.

Sindrom Klinefelter, sindrom Fragile X, dan sindrom Turner adalah contoh kelainan yang melibatkan kromosom seks.

Sindrom Kleinfelter disebabkan oleh kromosom X tambahan dan ditandai dengan kurangnya perkembangan karakteristik seks sekunder dan juga ketidakmampuan belajar.

Sindrom Fragile X disebabkan ketika bagian dari kromosom X melekat pada kromosom lain oleh molekul yang sangat tipis sehingga terancam putus. Ini dapat mempengaruhi laki-laki dan perempuan, tetapi dampaknya dapat bervariasi.

Beberapa dengan Fragile X menunjukkan gejala kecil, sementara yang lain mengembangkan kecacatan intelektual ringan hingga parah

Sindrom Turner terjadi ketika hanya ada satu kromosom seks (kromosom X). Ini mempengaruhi perempuan dan dapat mengakibatkan perawakan pendek, leher lebar atau “berselaput”, dan kurangnya karakteristik seks sekunder.

Gangguan psikologis yang terkait dengan sindrom Turner adalah ketidakmampuan belajar dan kesulitan mengenali emosi yang disampaikan melalui ekspresi wajah.

Down Syndrome

Down Syndrome

Freepik

Jenis kelainan kromosom yang paling umum dikenal dengan trisomi 21, atau Down SyndromeDown Syndrome ditandai dengan ciri-ciri wajah antara lain wajah bulat, mata sipit, dan lidah yang tebal.

Pengidap Down Syndrome juga mungkin menghadapi masalah fisik lainnya termasuk cacat jantung dan masalah pendengaran. Hampir semua individu dengan Down Syndrome mengalami beberapa jenis gangguan intelektual, tetapi tingkat keparahan dapat bervariasi.

Pengaruh genetik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bagaimana seorang anak berkembang. Namun, penting untuk diingat bahwa genetika hanyalah salah satu bagian dari teka-teki rumit yang membentuk kehidupan seorang anak.

Faktor lingkungan termasuk pola asuh, budaya, pendidikan, dan hubungan sosial juga memainkan peran penting dalam perkembangan anak, yang bisa Mama ajarkan selalu dalam kehidupan anak setiap harinya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *